Senja Terindah
Aku sendirian. Ya. Aku sendirian. Sendirian menatap mentari terbit, begitu pula menyaksikan mentari senja. Tak ada seorang pun yang menemaniku. Tak ada yang bisa. Aku tak tertarik pada orang-orang yang hanya datang ketika butuh. Aku benci orang seperti itu.
Senyum dan tawaku adalah hal paling mustahil yang pernah dibayangkan orang-orang yang kini berada di sekitarku. Hal mustahil yang memang tak pernah terulang lagi sejak saat itu. Saat-saat menyakitkan itu.
Aku berhenti di tepi jalan dan mengambil foto senja dengan ponselku. Semua orang di sekelilingku terus berlari dan aku merasa seperti satu-satunya yang benar-benar menyadari keindahan di sekelilingku.
Aku memutuskan untuk berjalan menuju taman yang ada di dekat sini. Aku ingin menemukan tempat yang lebih tenang untuk menikmati senja yang indah ini. Saat aku sampai di taman, aku melihat beberapa orang yang duduk di sepanjang sungai yang mengalir di sana. Aku mendekati salah satu dari mereka, seorang wanita tua yang duduk di tepi sungai. Dia tersenyum ramah saat aku duduk di sampingnya.

Komentar
Posting Komentar